Bernostalgia Di Hari Pertama Sekolah

30399_1283687543592_5933024_n

Wajah sekolahku dulu

Hari ini merupakan hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang di bulan ramadan dan hari lebaran. Tahun ajaran baru untuk anak sekolah yang berarti masuk sekolah baru bagi anak yang telah menginjak usia sekolah dan yang telah naik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, menempati ruang kelas baru, dan bertemu dengan teman-teman baru menjadi pengalaman yang berkesan bagi setiap anak.

Saya teringat ketika waktu pertama masuk sekolah TK (Taman Kanak-kanak), diantar oleh ibu menuju sekolah yang tak jauh dari rumah. Cukup berjalan kaki melewati jalan setapak dan kebun mangga untuk mempersingkat waktu tempuh menuju sekolah lengkap dengan seragam, tas, sepatu, dan perlengkapan lainnya yang serba baru.

Seperti anak-anak seusia saya yang sebelumnya memulai hari dengan bermain atau bersenang-senang di rumah, kini rutinitas yang harus dijalani adalah memulai pagi dengan bersiap ke sekolah. Pengalaman baru sekaligus menjadi ujian mental ketika berhadapan dengan sosok pendidik yang bernama guru. Sosok yang menggantikan peran orang tua saat berada di sekolah, sosok yang tentu saja nama dan wajahnya masih terdengar asing.

Saat seorang anak terbiasa menghabiskan waktu dengan ibu, bermain di rumah bersama seorang ibu, dan tiba-tiba anak itu harus mengisi kegiatan di sekolah tanpa kehadiran seorang ibu tentu bukan hal yang mudah. Saya masih ingat ketika pertama masuk sekolah, berangkat dari rumah dengan suasana hati yang riang gembira. Namun saat tiba di sekolah, murid-murid mulai berbaris dan masuk ke ruang kelas tanpa didampingi ibu, ada rasa kehilangan yang tiba-tiba mengusik rasa senang itu.

Sesekali saya menoleh ke jendela untuk sekadar memastikan jika ibu masih ada di luar sana, meski waktu belajar di sekolah TK hanya sekitar tiga atau empat jam namun terasa sudah seperti seharian lamanya berpisah dengan ibu. Saya coba untuk tidak menangis seperti beberapa anak lain yang bahkan terus memeluk ibunya sembil menangis saat diminta untuk segara masuk kelas.

Namun seiring waktu, setelah berbaur dan berkenalan dengan teman-teman baru saya pun tak lagi sedih jika berangkat ke sekolah. Ibu pun kadang bergegas pulang setelah mengantar saya ke sekolah dan datang kembali setelah jam pelajaran usai. Masa itu mungkin jadi masa indah dan sedih saat pertama masuk sekolah, masa yang masih teringat jelas hingga sekarang.

*****

Tahun ajaran baru menjadi pengalaman baru untuk anak yang telah masuk usia sekolah dan tantangan baru bagi anak yang naik ke jenjang pendidikan selanjutnya. Pengalaman setiap anak tentu berbeda-beda ketika ia berbaur dalam lingkungan baru di sekolah, ada yang antusias menyambutnya dengan bahagia namun ada juga yang bersedih karena harus berpisah dengan orang tua dan teman-teman lama. Apapun itu sebisa mungkin orang tua memberi perhatian lebih ketika anak memasuki tahun ajaran baru, seperti meluangkan waktu mengantarnya ke sekolah. Hal tersebut bisa menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar dengan giat.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE