Bayangan

Tiba-tiba dia datang dengan wajah yang sedu-sedan. Senyum indahnya tak merekah bagai sekuntum bunga melati. Saat itu yang aku pikirkan cuma satu, “Ada apa denganmu?”. Getaran hati penuh nostalgia, pelepas dahaga saat diri ini haus akan sentuhan kasih sayang. Ingin aku selamanya memandangmu, menatap tajam semua gerak langkah dan penampilanmu tanpa berpaling sedikit pun. Agar moment indah tak lewat begitu saja. Namun semuanya berubah saat kamu beranjak pergi, sepatah kata dengan sejuta makna terlontar dari bibir tipismu “Maaf, tempatku bukan di sini.” Aku terhenyak, bertanya dalam hati “Tuhan, mengapa kebahagiaan yang Engkau beri hanya sesaat?” Tentu tanya yang tak mungkin terjawab secara lisan. “Tunggu,, jangan pergi dulu. Izinkan aku sejenak berkaca di hatimu, atau hanya untuk sekedar melepas rindu yang sia-sia ini.”

“Maaf, tempatku bukan di sini.” Kata itu terus berulang, namun dengan nada yang sedikit lunglai. “Aku tahu, tapi kehadiranmu telah merubah alur hidupku. Jadi tolong, jangan pergi dulu,” seketika nampak cahaya berlian terpancar di lesung pipinya, air mata yang menetes dengan jalur yang tak teratur. Sungguh hati ini tak kuasa melihatnya, atau hanya untuk menyeka air mata itu pun aku tak sanggup. Penantian yang tak berujung, dengan beragam dilema menyertai. Melangkah dalam bayang masa lalu, hanya akan membuat luka hati semakin menganga. Dan saat melihat dia tak seperti dulu, kebencian menyeruak mengalahkan naluri keibuan. “Aku datang hanya untuk mengucap penyesalan, salah itu seni kehidupan dan maaf adalah bingkai dari seni itu. Keduanya akan indah jika disatukan.”

Aku terdiam dalam kebingungan. Perasaan damai dengan lantunan syair puisi yang begitu indah. Walaupun dalam mimpi bayangmu terlihat nyata. Dan semua tampak jelas selayak sinar matahari. Namun bayangmu tetaplah ilusi tidur, tak mungkin bisa menyamai ciptaan Sang Khalik. “Akhirnya semua berlalu dengan indah, meski tak seperti kenyataannya. Aku bersyukur, dia masih sayang aku walau kini statusnya berbeda.” Ku rebakan diri ke tempat peristirahatan terakhir, berharap di alam sana dia akan menemaniku selamanya.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE