Badai Krisis Nerazzurri

Walter Mazzarri

Awan gelap masih menaungi Inter Milan, rentetan hasil buruk ditorehkan skuat biru hitam di bawah polesan tangan dingin Walter Mazzarri. Setelah mengalami periode pahit di musim 2012/2013 yakni berada di posisi sembilan klasemen akhir, performa Inter masih inkonsisten di paruh musim 2013/2014. Sejak kedatangan Walter Mazzarri sebagai pelatih anyar menggantikan Andrea Stramaccioni, aroma kebangkitan Inter sempat menyengat saluran pernapasan sang rival Juventus, AS Roma, AC Milan dan Napoli ketika dalam enam laga awal Serie A Inter belum tersentuh kekalahan, dengan perincian empat kali menang dan dua kali imbang.

Inter pun disebut-sebut sebagai calon kuat peraih scudetto bersanding dengan Juventus, AS Roma dan Napoli yang mengawali musim 2013/2014 dengan penampilan yang tak kalah garang. Inter mulai bisa melupakan kenangan pahit musim lalu dan mencoba bangkit bersama pelatih baru, namun dewi fortuna seakan enggan berteduh di langit stadion Giuseppe Meazza. Sejak kekalahan telak 0-3 dari AS Roma, Inter terlihat lebih akrab dengan hasil imbang dan kekalahan dibanding torehan kemenangan yang akan menjadi pelecut semangat Fredy Guarin dan kawan-kawan untuk bersaing di tangga juara.

Banyak pengamat mengatakan jika Inter masih berada pada masa transisi dari pergantian pelatih serta komposisi skuat yang hampir sama seperti musim lalu. Pergerakan Inter di bursa transfer sebelum liga bergulir pun hanya mendatangkan pemain muda yang belum sarat pengalaman, sedangkan pemain senior seperti Diego Milito, Esteban Cambiasso, Walter Samuel yang menjadi andalan Inter selama beberapa musim kini lebih sering menepi di meja perawatan akibat cedera. Pergantian kepemilikan Inter dari Massimo Moratti ke pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir yang berbuah harapan menjulang agar Inter mampu berbicara banyak di pentas Eropa dan dunia kini belum menampakkan hasil.

Walter Mazzarri dan Erick Thohir (inter.it)

Badai krisis sedang melanda punggawa La Beneamata, krisis kepercayaan diri yang berujung pada performa tim yang menurun di lapangan. Kekalahan dari Lazio di Seri A serta tersingkirnya Inter di Coppa Italia setelah kalah dari Udinese menjadi kado pahit buat seluruh Interisti. Il Biscione belum mampu keluar dari badai keterpurukan, meski nasib Inter di posisi enam klasemen dengan 31 poin masih lebih baik dari tetangga AC Milan diurutan sebelas dengan 22 poin, Walter Mazzarri pun ogah jika Inter disamakan dengan saudara tuanya itu, “Tahun lalu, Milan di posisi ketiga dengan skuat yang sama dengan musim ini. Mereka bahkan memperkuat skuat di akhir musim. Dan saat ini sembilan poin memisahkan kami,” imbuh Mazzarri. (dikutip detiksport).

Liga Serie A pekan ke 19 musim ini, Inter akan menjamu Chievo Verona di stadion Giuseppe Meazza. Kemenangan tentu menjadi hasil yang wajib diraih skuat Nerazzurri untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain serta meredam rasa ketidakpuasan Interisti pada inkonsitensi performa Inter di musim ini. Beban berat harus dipikul sang juru taktik Walter Mazzarri dalam meracik formasi ideal di tengah rumor transfer yang melanda sejumlah pemain yang bisa saja mengusik konsentrasi anak asuhnya. Kita lihat saja, mampukah Inter menghempas badai krisis yang masih setia menguntit dan menghadirkan secercah harapan demi asa meraih titel juara yang sejak lama diidamkan? Forza Inter.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE