AWAS PENIPUAN…!!!

Suatu hari ketika saya sedang terlelap dengan hikmatnya, seperti kata ustad “tidurnya orang yang sedang berpuasa adalah ibadah.” Tiba-tiba saya dikejutkan oleh dobrakan pintu kamar dan ternyata pelakunya adalah papa. Beliau membangunkan saya karena dia menemukan bungkusan kecil yang berisi kupon undian berhadiah. “Papa dapat undian mobil, coba kamu lihat ini.” sambil menyodorkan kertas yang bertuliskan “Selamat kepada penemu surat ini PT. Dua Kelinci menyampaikan kepada saudara (i) yang mendapatkan surat ini di manapun atau daerah mana saja berarti sah, resmi mendapatkan hadiah langsung dari perusahaan kami tanpa diundi. Anda memenangkan hadiah berupa 1 UNIT MOBIL TOYOTA YARIS.” Kupon undian itu terlihat meyakinkan karena lengkap dengan stempel dan tanda tangan manajemen perusahaan, notaris, departemen keuangan dan disahkan oleh pihak kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya. “Papa dapat dimana kupon undian ini?” kataku sambil membolak-balik kupon undian. “Di pinggir jalan waktu papa pulang dari masjid.”

Seketika saja pikiranku tertuju pada berita yang pernah saya baca di harian surat kabar lokal, ada seseorang yang menemukan kupon berhadiah dalam kemasan permen, dan orang itu pun menghubungi nomor telpon yang tertera di kupon tersebut. Dan pihak yang ditelpon meminta untuk mentransfer sejumlah uang untuk biaya pengurusan hadiah berupa surat-surat kendaraan bermotor dan pajak hadiah. Setelah orang itu mentransfer uang sebesar 20 juta rupiah, hadiah yang dijanjikan pun tak kunjung datang, akhirnya dia sadar bahwa dia tertipu barulah orang itu melapor ke pihak yang berwajib.

“Kok ada sih orang yang bagi-bagi undian berhadiah dengan menyebar-nyebarnya di jalan.” “Sapa tahu aja orang lain gak tahu kalo itu kupon undian, makanya dia buang.” sahut Papa. “Tapi pa, kalo memang ini undian resmi pasti pihak penyelenggara yang menghubungi para pemenang, bukan kita.” Saya berusaha meyakinkan papa. “Gimana mereka tahu kalo kita yang menang kalo kita gak hubungi mereka dulu?” Wah, Papa makin ngeyel mungkin dia fikir hari gini siapa sih yang gak mau mobil gratis. “Ya udah kalo gitu, biar saya cari tahu dulu apa benar undian ini diadakan oleh pihak yang bersangkutan.” “Ya, udah sana cepat.”

Saya pun meluncur ke warnet terdekat dan mengunjungi website resmi penyelenggara undian berhadian itu. Benar saja, kejanggalan-kejanggalan mulai bermunculan. Seperti alamat kantor pihak penyelenggara yang berbeda dengan yang ada di kupon undian, nomor telpon perusahaannya pun tidak ada yang sama. Selanjutnya saya mengunjungi situs resmi Polda Metro Jaya untuk mencari nama anggota Polisi berpangkat Kombes Pol yang menandatangani surat keterangan kepolisian dan bertanggung jawab atas penerbitan surat-surat kendaraan yang dimenangkan oleh konsumen apabila sudah memenuhi persaratan yang ditentukan, lagi-lagi hasilnya nihil. Dan saya membaca himbauan langsung dari Polda Metro Jaya tentang maraknya penipuan berkedok undian behadiah. Jadi sebaiknya kita harus lebih waspada dan tak mudah tergiur dengan iming-imingan hadiah yang belum tentu jelas kebenarannya.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE