Apa Kabar Jembatan Tello

tum

Proyek jembatan Tello yang mandek (foto : http://rakyatku.com/)

Pengguna jalan yang bermukim di sepanjang jalan Perintis Kemerdekaan, Daya, hingga Perumahan Sudiang dan sekitarnya tentu sudah akrab dengan jembatan Tello, saya salah satu pengguna jalan yang kerap melintas di jembatan yang kini sedang dalam tahap pelebaran.

Hampir setiap hari jalur yang menghubungkan jalan Perintis Kemerdekaan dan jalan Urip Sumoharjo itu mengalami kemacetan parah khususnya dari arah jalan Perintis kemerdekaan, pembatas proyek yang berdiri di tepi jembatan yang dibangun di atas trotoar membuat jalan menyempit sehingga pengendara harus antre untuk melintas.

Terlebih di jam berangkat dan pulang kantor, kemacetan bahkan bisa mencapai 2 kilometer yang mengular hingga pintu satu Unhas. Proyek pelebaran jembatan Tello yang dimulai sejak Mei 2015 itu kini pengerjaannya terhenti, pemerintah kota Makassar terpaksa memutus kontrak kerja kontraktor PT Galih Medan Persada karena melewati tenggat waktu pengerjaan yang berakhir Desember 2015.

Proyek pelebaran jembatan Tello diharapkan menjadi solusi dari kemacetan yang selama ini terjadi, namun sejak proyek itu berhenti tampaknya pengguna jalan akan semakin akrab dengan macet saat melintas di jembatan tersebut. Arus kendaraan yang melintas di jembatan yang berdiri di atas sungai Tallo itu memang padat, terlebih di jam-jam sibuk sehingga sering menimbulkan penumpukan kendaraan khususnya jalur menuju pusat kota.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dan Wali Kota Makassar sudah meninjau jembatan yang pengerjaannya menelan anggaran APBN sebesar 14 miliar dan berusaha mencari solusi lain mengingat proyek perluasan jembatan Tello tak akan dilanjutkan pembangunannya tahun ini dan akan dianggarkan kembali tahun 2017 mendatang.

******

Jembatan Tello merupakan jalur strategis menuju kantor gubernur Sulawesi Selatan, pusat kantor-kantor pemerintahan kota Makassar, beberapa sekolah-sekolah unggulan, dan sentral perbelanjaan modern. Ada jalan tol yang menjadi alternatif lain namun sangat tidak efektif dan menjadikan jarak tempuh lebih panjang. Para pegawai dan anak sekolah tentu akan menghabiskan banyak waktu dan terlambat sampai tujuan akibat macet yang bersumber dari proyek jembatan Tello.

Mandeknya proyek perluasan jembatan Tello tentu menimbulkan beragam pertanyaan, apakah mekanisme pemenang tender proyek sudah sesuai prosedur? Sejauh mana kesiapan kontraktor dalam menyelesaikan proyek tersebut sehingga tak meleset dari target yang telah ditentukan? dan masih banyak pertanyaan lain yang timbul terkait berhentinya proyek pelebaran jembatan Tello.

Besar harapan masyarakat agar jembatan tersebut segera rampung sehingga aktivitas pengguna jalan tak terhambat hanya karena proyek jembatan sepanjang 60,2 meter. Citra kota Makassar yang sedang berbenah menuju kota cerdas atau smartcity dengan menawarkan beragam kemudahan dan kecanggihan teknologi untuk memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat tentu harus ditunjang dengan infrastruktur yang memadai.

Jembatan Tello merupakan jembatan penghubung roda perekonomian dan juga pemerintahan, banyak kerugian yang ditimbulkan jika jembatan tersebut tak segera diselesaikan pembangunannya. Mungkin bagi pejabat pemerintah dan pihak-pihak terkait tak merasakan langsung dampak berhentinya proyek jembatan Tello, toh mereka lebih nyaman melewati jalan tol yang bebas hambatan.

Masyarakat dihimbau untuk rajin membayar pajak untuk membiayai pembangunan, sarana dan prasarana publik agar layak digunakan, aman, dan juga nyaman. Namun berkaca pada proyek jembatan Tello yang merupakan fasilitas publik yang hingga kini pembangunannya tak kunjung rampung, masyarakat patut kecewa. Makassar menuju smartcity mungkin hanya mimpi jika masyarakatnya masih berjibaku dengan macet akibat pambangunan jembatan yang tak kunjung selesai.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE