Apa Kabar Busway Makassar

Halte busway dijadikan jemuran dan tempat sampah. Sumber : http://cdn-2.tstatic.net

Halte busway dijadikan jemuran dan tempat sampah. Sumber : http://cdn-2.tstatic.net

Pembangunan di kota Makassar ibarat jamur yang tumbuh dimusim hujan. Sarana dan prasarana dibenahi, infrastruktur penunjang diperbaiki namun sayang masih banyak proyek pemerintah kota yang terbengkalai, busway salah satunya.

Makassar sudah menjelma menjadi kota meropolitan dan tak lama lagi akan bermetamorfosis menjadi kota kosmopolitan, hal tersebut tergambar jelas dari geliat pembangunan yang semakin pesat, entah di sektor industri, jasa, atau perdagangan semua saling beradu sprint agar segera mencapai finish. Makassar ibarat gadis cantik berusia matang dengan beragam keterampilan yang mengundang banyak perhatian para pencari bakat, tujuannya tak lain agar gadis tersebut bisa dipoles sehingga laris manis di panggung hiburan.

Makassar merupakan kota potensial yang masih dalam taraf berkembang, mungkin tak lama lagi Makassar akan menahbiskan diri sebagai kota besar sejajar dengan Jakarta dan Surabaya. Makassar adalah kota yang punya segudang problematika laten yang tak kunjung terselesaikan, namun di luar daripada itu Makassar akan tetap menjadi kota yang selalu menarik para investor global, dan kota  yang menyimpan jutaan pesona wisata alam serta beragam budaya yang sarat dengan sejarah.

Makassar terus bersolek agar semakin menarik perhatian sang pemilik modal dengan harapan mereka mau berinvestasi, jadi tak heran jika pemerintah kota pun ikut andil mendandani kota Makassar. Sarana dan prasarana dibenahi, infrastruktur penunjang segala sektor pembangunan diperbaiki, standar pelayanan publik diberi perhatian lebih seolah ingin menunjukkan jati diri bahwa Makassar adalah kota impian yang wajib dikunjungi oleh siapa saja.

Namun di balik keelokan kota Makassar yang mempesona tersimpan kegundahan dan kegalauan bagi warganya. Warga yang sejatinya ingin merasakan kenyamanan tinggal di kota metropolitan dengan fasilitas serba ada kini harus terusik, setiap hari mengernyitkan dahi akibat kemacetan di beberapa ruas jalan protokol, dampak banjir yang semakin meluas ketika musim hujan tiba hingga rasa aman yang terenggut oleh ulah oknum geng motor dan masih banyak lagi permasalahan kota yang belum terselesaikan.

***

Pemerintah kota Makassar sudah berusaha memberi solusi atas segala keresahan yang dialami oleh warganya, salah satunya proyek busway yang digadang-gandang sebagai alat transportasi massal untuk mengurangi kemacetan. Di beberapa ruas jalan protokol pembangunan halte busway yang kabarnya menelan biaya sekitar Rp 7 Milyar sudah rampung dan siap untuk digunakan, namun hingga akhir April 2015 halte tersebut belum berfungsi. Jauh dari rancana awal yang katanya busway tersebut dapat beroperasi pada Januari 2015.

Akibat dari molornya pengoperasian busway membuat halte-halte tersebut mulai rusak dan menjadi tempat tinggal sementara bagi gelandangan serta tunawisma, pemerintah kota terkesan tak serius pada proyek busway yang seharusnya menjadi hak warga ketika ingin menikmati transportasi massal yang aman dan nyaman. Permasalahan dari molornya pengoperasian busway pun beragam, mulai dari pengadaan unit busway yang belum terkirim hingga pengurusan surat iji operasi yang kabarnya masih dalam proses.

Entah sampai kapan warga Makassar bisa menikmati busway seperti bus transjakarta yang sudah lebih dulu beroperasi. Sudah saatnya Kota Makassar memiliki moda transportasi massal untuk warganya yang sudah lelah dengan kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas, mungkin bagi pemerintah kota Makassar menggenjot pembangunan hotel, ruko, dan mall lebih penting daripada membenahi ruas jalan yang semakin sempit dan menganggap kemacetan sebagai hal yang lumrah. Oh ya, selain proyek busway, Makassar juga akan memiliki kereta api. Jadi siapkan saja voucher kesabaran anda.

 

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE