Akhir yang Getir

Entah sudah berapa puluh kali telpon ini memanggil nomernya tapi tak pernah ada jawaban, entah sudah berapa belas kali sms yang aku kirim tapi tak pernah ada balasan. Hati ini pun tak henti-hentinya bergumam “Ada apa gerangan dengan dirimu. kenapa tiba-tiba berubah?” tanya itu selalu terngiang dalam hati sepanjang malam hingga mata sulit terpejam, hingga pagi menyapa dan aku masih tetap dengan tanya tentang dirinya. “Jika aku punya salah padamu sebaiknya kamu katakan, jangan membisu seperti ini karena itu tak akan menyelesaikan masalah. Tolong angkat telponku atau balas smsku.” Sms yang aku kirim bersama rasa bimbang serta kesedihan karena rasa cinta dan takut kehilangan.

Hari terus berlalu tanpa peduli dengan hati dan pikiran yang ikut tergerus tanya tentang dirinya yang tak pasti, namun demi cinta aku tak pernah putus asa untuk mencari tahu kabarnya. Aku cari nomer telponnya kemudian call, tapi masih tak ada jawaban. “Sedang tak ingin bicara denganmu.” Tiba-tiba sms darinya masuk. “Kenapa? Aku sudah menjelaskan semuanya dan aku akui aku salah dengan menumbuhkan ragu pada cintamu.” Balasan smsku. Bak diterjang badai hati ini pun berkecamuk seakan tak percaya dengan apa yang terjadi, masih teringat jelas kemarin aku dan dia masih bercengkrama dalam rindu dan saling menghujam penuh kasih sayang tapi sekarang semuanya seakan sirna berganti dengan bara emosi dan sakit hati.

“Beri aku waktu untuk meyakinkan hatimu, aku ingin bertemu denganmu untuk yang terakhir kalinya jika memang kamu ingin mengakhiri semuanya.” Jari terasa sangat berat walau hanya untuk menekan keypad handphone yang lunak. “Penjelasanmu tak akan merubah segalanya.” Hati merasa pilu terkulum luka oleh kata-katanya yang tajam bak sembilu, entah apa yang ada dipikirannya hingga dia bisa berubah dan melupakan semua komitmen yang telah terpatri. Aku hanya berusaha ikhlas dan berjiwa kesatria menerima kenyataan ini meski memang tak mudah melupakan dia dan kenangan indah yang telah dilalui bersama.

Langkah kakiku lunglai menyusuri debur ombak di tepi pantai, berusaha melenyapkan kegalauan dan kecewa karena rasa cinta yang terlalu dalam. Rasa sakit hati yang teramat sangat mengakar dalam diri, entah sampai kapan rasa itu akan berlalu. Tiba-tiba langkahku terhenti di belakang sesosok gadis yang berdiri menanti matahari terlelap “Sepertinya aku mengenal dia.” kataku dalam hati, sambil berjalan sedikit agak ke samping untuk meyakinkan rasa penasaran. Ternyata benar, dia adalah gadis yang telah meluluh-lantakan hatiku bahkan ini lebih dahsyat karena dia saling menggenggam dengan seorang lelaki yang aku kenal.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply to Cinta_Sejati Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE