Air Mata Kemenangan

Sepertinya baru kemarin menjalankan ibadah puasa, tanpa terasa kini gema takbir berkumandang di mana-mana pertanda hari kemenangan telah tiba. Bulan Ramadhan telah berlalu menyisakan jejak rindu, semoga dipertemukan kembali dengan bulan yang suci penuh rahmat dan ampunan. Sebulan penuh diri ini ditempa untuk menahan segala yang dilarang, coba meredam segala keinginan yang berlebihan, perbanyak bersimpuh dan memohon ampun pada yang Sang Pencipta. Sebulan adalah waktu yang singkat untuk menimba pahala yang berlipat, saat yang tepat untuk memperoleh magfirah penuh rahmat dan melebur dosa yang semakin berkarat. Bulan Ramadhan adalah moment menyucikan diri dari segala salah dan khilaf yang melekat dalam hati, bulan yang senantiasa dinanti oleh umat muslim yang beriman dan bulan yang akan selalu ditangisi ketika akan berakhir dan pergi.

Setelah bulan Ramadhan berakhir, umat muslim pun menyambut hari kemenangan dengan penuh suka cita, hanya segelintir saja yang menitikan air mata seakan tidak rela jika Ramadhan pergi begitu saja. Ibadah yang telah dilakukan selama sebulan seakan belum cukup untuk memupus dosa yang menggunung dan belum cukup ampuh meningkatkan kadar keimanan dan ketaqwaan pada Sang Khalik, namun harapan dan keinginan untuk menjadi manusia yang lebih baik selalu terpatri dalam hati. Sejak pagi, umat muslim melangkahkan kaki menuju masjid ataupun lapangan terbuka untuk melaksanakan shalat Idul Fitri sembari mengumandangkan takbir, memanjatkan doa dan rasa syukur pada Allah SWT. Raut bahagia terpancar dari senyum-senyum yang bertebaran di wajah umat muslim, menyiratkan bahwa kemenangan telah mereka raih dan predikat taqwa telah melekat dalam diri.

Hari kemenangan sejatinya menjadi renungan dalam memaknai arti perjuangan, sebulan penuh diri ini berperang melawan segala bentuk pertentangan batin. Sisi baik dan buruk coba saling menguasai hati, siapa yang perkasa tentu ialah yang menjadi pemenang. Mereka yang merayakan hari kemenangan adalah mereka yang telah memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, memperbanyak ibadah dan amal kebajikan tentu akan mendominasi sisi baik dalam diri. Begitupun sebaliknya, jika mengabaikan perintah Allah dan melakukan hal-hal yang dilarangan agama tentu ridho dan ampunan akan menjauh dalam hati. Semoga kita bisa menjadi pemenang dalam perang melawan segala belenggu ketidakpuasan diri kita sendiri, menjadi lebih baik dalam hidup dan kehidupan dan kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan ke dunia ini.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H, Minal Aidin Wal Faidzin dan Mohon Maaf lahir Batin.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE