Adu Kencang dan Stabil Operator Seluler Indonesia

Ramadan dan lebaran kemarin jadi acuan para operator telekomunikasi seluler tanah air untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan setianya, seperti apa hasilnya di lapangan?

Saya termasuk orang yang sering gonta-ganti kartu SIM untuk akses internet, mengikuti perkembangan promo yang sering digembar-gemborkan operator-operator tanah air. Saking seringnya berpindah operator, saya sampai tahu area-area mana saja di sekitar tempat tinggal saya yang kualitas jaringannya paling kuat, kencang, dan stabil.

Rumah saya berada di kota Makassar meski bukan tepat di tengah-tengah kota, namun justru itu yang membuat saya bisa menilai mana operator yang benar-benar membangun jaringan dengan sepenuh hati. Bukan hanya mengejar rupiah dengan membangun infrastruktur yang hanya terpusat di tengah perkotaan.

Penilaian ini bersifat subjektif sesuai dengan pengalaman pribadi saya tanpa ada tekanan atau terafiliasi dengan pihak mana pun.

TELKOMSEL

Urutan pertama di tempati Telkomsel. Tidak ada yang meragukan keandalan jaringan operator yang identik dengan warna merah ini, sejak dulu Telkomsel memang terkenal dengan infrastruktur jaringannya yang luas hingga ke pelosok-pelosok desa. Dan kartu Telkomsel yang saya gunakan sudah hampir 12 tahun jadi bukti kalau Telkomsel masih menjadi operator Indonesia yang terbaik hingga saat ini.

staterpack kartu perdana yang saya gunakan sejak tahun 2003

Dari sisi cakupan jaringan jelas, Telkomsel mampu meng-cover semua area di kota Makassar. Bahkan di beberapa sudut ruangan rumah saya seperti kamar tidur yang bagi operator lain hanya bisa memberikan layanan setara 3G, Telkomsel mampu menyajikan jaringan 4G LTE di layar smartphone. Tentu saja browsing, bermedia sosial, download, upload, atau berkirim file via instant messaging jadi lebih cepat.

Namun harga kuota yang cukup mahal membuat saya tak bisa terus-terusan menggunakan Telkomsel sebagai kartu utama untuk akses internet, hilangnya promo 8 GB seharga Rp 50.000 dkk membuat operator yang kini memiliki kurang lebih 150 juta pelanggan itu kembali ke habitatnya sebagai operator telekomunikasi termahal di negeri ini.

Memang, selama ini Telkomsel tak hanya berjualan sinyal yang kuat. Tapi cakupan jaringannya yang luas serta teknologi dan terobosan layanan yang selalu up to date mampu memanjakan pelanggan setianya, sehingga membuat Telkomsel cukup percaya diri menjajakan produknya dengan harga tinggi.

XL

Posisi kedua ada XL. Operator seluler yang sebelumnya bernama PT Exelcomindo Pratama, Tbk ini menjadi pesaing terdekat Telkomsel dalam hal cakupan dan kualitas jaringan. Setelah berganti nama jadi PT XL Axiata Tbk, perusahaan yang dipimpin CEO Dian Siswarini ini makin menancapkan taringnya di industri telekomunikasi tanah air dengan menghadirkan beragam promo dan layanan yang cukup diminati masyarakat.

Puncaknya saat XL mengakuisisi Axis yang juga terkenal dengan harga kuotanya yang miring namun tak diimbangi dengan cakupan jaringan yang mumpuni, membuat Axis hampir gulung tikar.

Awalnya saya hanya iseng menggunakan kartu XL karena termakan promo gratis akses Youtube pada jam-jam tertentu, dan memang sejak dulu XL dikenal sebagai operator seluler dengan harga kuota yang cukup murah namun dengan cakupan jaringan yang lumayan luas dan cepat. Buktinya dalam ruang tidur saya bisa menangkap sinyal 4G sama dengan Telkomsel, tapi jika berbicara kecepatan akses internet. Telkomsel masih lebih unggul dibanding XL nilainya tak terpaut jauh jika diukur menggunakan Speedtest.

Buat saya kecepatan internet bukanlah segalanya, yang penting stabil dan tidak pernah mengalami lost signal itu sudah cukup memuaskan saya. Sejak kuota murah Telkomsel lenyap, saya pun beralih ke XL hingga sekarang. Kualitasnya pun cukup bisa diandalkan baik itu jaringan 3G dan 4G semuanya bisa memenuhi kebutuhan internet saya.

Namun yang cukup mengherankan, ketika saya berkunjung ke Trans Studio Mall Makassar. Sinyal XL tiba-tiba hilang, saya cek ponsel istri saya yang juga menggunakan kartu XL pun, sama. Tentu ini jadi PR besar buat XL mengingat mall sekelas Trans Studio yang juga jadi pusat keramaian di Makassar tak bisa menikmati layanan komunikasi baik suara maupun data dari XL. Saya coba konfirmasi ke akun Twitter resmi XL, pihaknya mengakui kalau di lokasi tersebut (Trans Studio Mall Makassar) membutuhkan penambahan kapasitas pemancar agar tetap optimal saat terjadi kepadatan jaringan.

Kalaupun harus ditambah kenapa jaringannya tidak bisa diakses? saya yang berniat memposting foto si kecil ke Instagram saat bermain di mall tersebut terpaksa harus kecewa.

Indosat

kartu perdana Indosat Ooredoo

Peringkat tiga ada Indosat. Sejatinya saya menggunakan kartu Indosat sebagai kartu kedua setelah Telkomsel karena biaya teleponnya yang murah, hanya Rp 1/detik ke semua operator. Namun itu hanya dibatasi tak lebih dari satu menit, jika lebih dari satu menit maka akan dikenakan tarif lebih mahal.

Kalau soal jaringan internet, seharusnya operator yang kini bernama Indosat Ooredoo ini bisa menyaingi Telkomsel karena jumlah pelanggannya pun terbanyak setelah Telkomsel. Tapi kenyataannya, sinyal Indosat masih kalah sama XL. Harga kuota Indosat sebenarnya tak terlalu mahal dan juga tak terlalu murah, tapi kualitas layanannya masih sangat jauh dari kata memuaskan.

Kartu IM3 yang dikenal sebagai kartu andalan untuk internet memang sering memberikan promo yang menarik, tapi cakupan sinyalnya yang tak merata dan kadang lambat membuat pengalaman browsing, Facebook-an, Twittter-an, atau nonton video Youtube tak senyaman Telkomsel dan XL.

Di dalam kamar saya yang terbiasa menikmati jaringan 4G dari Telkomsel dan XL, Indosat hanya mampu melayani dengan 3G. Untuk kecepatan dan kestabilan transfer data tentu saja jauh berbeda dengan 4G LTE.

3 (Tri)

Dan keempat ada 3 (Tri). Operator yang satu ini merupakan anak bawang di Indonesia, dengan gebrakan-gebrakan promo kuota super murah memang membuat sebagian orang tertarik menggunakan jaringan yang dioperasikan PT. Hutchison 3 Indonesia ini. Sebagai anak baru di industri telekomunikasi seluler tanah air iming-iming paket data murah memang jadi andalan mereka untuk memikat calon pelanggan.

Saya pun pernah menggunakan 3 (Tri) untuk internetan, dengan modal hanya Rp 20.000 saya sudah bisa menikmati kuota 6 GB, bandingkan dengan Telkomsel yang membanderol kuota 1 GB seharga Rp 50.000.

Namun kalau berbicara soal kualitas, sepertinya saya harus maklum. Sebagai operator baru tentu saja infrastruktur jaringannya pun terbatas, begitupun dengan kualitasnya jangan terlalu berharap banyak. Bagi anda yang terbiasa dengan internet cepat dan stabil sepertinya kartu 3 bukan pilihan yang terbaik.

Saya menggunakan kartu 3 dalam kamar dengan jaringan 3G tapi untuk membuka browser pun kadang gagal, dan tertulis jaringan tidak bisa diakses. Saat keluar kamar, jaringan 4G Tri cukup bisa diandalkan namun kecepatan aksesnya saya rasa masih kurang gegas. Rasanya seperti online dengan jaringan 3G pada operator Telkomsel atau XL.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE