5 Kesalahan Fatal Saat Wawancara Kerja

Sesi wawancara merupakan bagian penting dari beberapa tahap yang dilakukan perusahaan atau divisi HRD untuk merekrut tenaga kerja yang sesuai kebutuhan.

Memiliki pekerjaan bagus dengan gaji tinggi merupakan impian banyak orang, namun untuk mewujudkannya tidaklah mudah. Setiap hari ribuan bahkan jutaan orang yang ada di penjuru dunia berusaha untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, kalau bisa yang bergengsi dengan gaji dan tunjangan di atas rata-rata orang kebanyakan.

Proses yang ditempuh pun berat belum lagi pencari kerja harus bersaing dengan ribuan pelamar kerja lain untuk mendapatkan pekerjaan idaman. Dari beberapa tahap perekrutan tenaga kerja, sesi wawancara menjadi tahap paling krusial yang biasanya menentukan nasib pelamar kerja diterima atau tidak di sebuah perusahaan.

Berikut ini beberapa tips tentang 5 kesalahan saat wawancara kerja dari perwakilan Jooble, agregator lowongan kerja internasional.

1. Pilih Busana yang Sesuai

Ada sebuah kutipan yang mengatakan “seseorang bisa dinilai dari tampilan awalnya”, mungkin ungkapan ini terkesan absurb namun di kehidupan sehari-hari kita bisa melihat karakter orang dari cara dia berpakaian. Apakah dia orangnya pembersih, rapi, atau malah urakan.

Di era modern ini banyak karyawan perusahaan yang tidak lagi menggunakan dress-code di kantor, namun bukan berarti saat anda datang untuk wawancara kerja. Anda boleh berpakain terlalu biasa, apa adanya, atau malah terlihat kurang rapi. Memilih busana yang tepat saat mengikuti sesi wawancara bisa menjadi nilai tambah bagi perusahaan atau orang yang sedang membutuhkan calon karyawan.

Baju kusut karena tidak disetrika, memilih perpaduan warna pakaian yang kurang pas, atau make up yang terlalu mencolok bagi wanita akan membuat kesan negatif terhadap anda sebagai pelamar kerja. Pilihlah baju yang sederhana seperti kemeja dan celana kain bagi lagi-laki, atau blazer serta dress bagi wanita. Yang terpenting usahakan anda terlihat lebih menarik dengan pakaian yang anda kenakan.

2. Jangan Pernah Berbohong

Sebelum melakukan sesi wawancara, perusahaan atau orang yang bertugas merekrut calon karyawan akan mempelajari semua informasi calon karyawan melalui CV yang disertakan dalam surat lamaran. Sebaiknya pelamar kerja menyebutkan hal-hal yang real dan benar-benar dimiliki oleh pelamar, baik itu berupa kemampuan, sikap, atau pengalaman kerja di tempat sebelumnya.

Tidak perlu membuat CV terlihat menarik dengan beragam keahlian yang dimiliki, bermacam-macam kursus yang telah diikuti namun hal itu tak sesuai dengan kenyataan. Pewawancara akan segera tahu jika anda memberikan keterangan palsu alias berbohong demi menarik perhatiannya, atau anda ingin terlihat “keren” di depan pewawancara namun dengan cara yang curang.

Anda tentu tak ingin malu jika di CV anda tertulis kemampuan bahasa Inggris anda berada pada advanced level of English, namun ketika pewawancara bertanya dengan bahasa Inggris anda tak bisa menjawabnya. Sebaiknya tulis dan ceritakan kemampuan dan pengalaman anda sesuai dengan apa yang pernah anda alami.

3. Tidak Perlu Menjelekkan Tempat Kerja Sebelumnya

Bagi anda yang telah bekerja sebelumnya, biasanya pewawancara akan bertanya seputar pekerjaan anda di tempat sebelumnya atau ingin tahu alasan anda berhenti dari pekerjaan terdahulu. Sebisa mungkin jangan menceritakan hal-hal negatif dari tempat kerja anda sebelumnya, meskipun sebenarnya sesuatu yang tidak baik dari tempat kerja anda sebelumnya memang ada.

Anda akan dianggap terlalu sombong dan sulit dalam proses kerja bila tetap menceritakan sesuatu yang tidak baik tentang pemberi kerja sebelumnya. Pewawancara tentu selalu membandingkan perilaku anda pada jabatan sebelumnya dengan apa yang bisa dia harapkan dari pekerjaan anda di perusahaannya. Jadi sebaiknya tidak usah menceritakan fakta negatif tentang tempat kerja anda sebelumnya.

4. Hati-hati Menjilat

Pewawancara kadang bertanya apa yang calon karyawan lakukan jika diterima di perusahannya, sebaiknya tunjukkan keterampilan, kemampuan, dan pengetahuan profesional yang anda miliki. Bekerjalah dengan penuh dedikasi tinggi, baru setelah itu anda bisa bercanda denga para rekan kerja lain. Atau mulai kasih komplimen. Jangan berbuat sebaliknya, yang tentu saja akan membuat anda terlihat tidak serius pada awal karier anda di suatu perusahaan.

5. Bicara dengan Bijak

Wawancara merupakan salah satu bagian dari proses perekrutan calon karyawan yang kompleks sekaligus menarik, sesi tanya jawab akan menghiasi obrolan antara pewawancara dan para pelamar kerja. Akan tetapi, terlepas dari itu semua ingatlah selalu bahwa anda adalah tenaga kerja baru, bukan sebaliknya meskipun pengalaman kerja anda sudah banyak. Tidak perlu menyebutkan seri film favorit anda atau hobi yang mungkin akan dianggap aneh.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE