31

Kue spesial dari istri tercinta

Tidak terasa setahun yang lalu saya posting judul blog 30 sekarang sudah sampai di angka 31. Hmhm, waktu memang tidak pernah berjalan di jalur lambat pasti selalu melesat di jalur cepat. Begitupun dengan usia yang tidak pernah berkurang pasti akan bertambah seiiring bergantinya tahun di kalender.

Banyak kisah dan cerita yang terjadi selama setahun kemarin, seperti menjalani peta hidup dengan beragam lika-liku keinginan, suka duka, harapan hingga jatuh bangun mewujudkan mimpi semua harus dilalui dengan penuh kesabaran dan keyakinan barbalut rasa optimis.

Kini di usia yang ke tiga puluh satu saya belajar menjadi seorang imam dalam keluarga, menjadi nakhoda dalam bahtera rumah tangga dan menjadi penenang ketika keluh kesah melanda. Tanggung jawab yang belum berani saya emban tahun lalu namun Alhamdulillah berkat doa dan dukungan keluarga akhirnya tahun ini saya yakin untuk mempersunting Mutmainnah sebagai istri.

Babak baru kehidupan pun dimulai bersama istri tercinta, menyusuri peta kehidupan selangkah demi selangkah. Menghadapi segala rintangan yang mengadang, menangis bersama kala duka menerpa dan tersenyum bersama ketika bahagia menyapa. Kami menyatu dalam rasa, melekat dalam jiwa dan mendekap dalam raga hingga akhirnya napas tak lagi terhempas, itulah doa yang selalu saya ucapkan setiap selesai shalat.

Setiap lelaki selalu ingin menjadi suami yang terbaik, suami yang menyenangkan hati dan selalu bisa diandalkan, saya pun demikian meski saya sadar hal itu masih sebatas angan belum sepenuhnya terwujud dalam keseharian kita. Saya ingin menjadi lelaki yang beruntung telah engkau pilih sebagai pendamping hidup, saya ingin buktikan jika pilihan itu tak salah dengan menghadirkan kebahagian dan kecerian di sela-sela kesibukan yang mendera.

Dengan bertambahnya usia, saya ingin menjadi manusia yang lebih baik. Sekarang ada engkau sebagai penyemangat hidup, ada engkau sebagai muara dari semua mimpi-mimpi dan ada engkau sebagai tujuan masa depan yang ingin saya capai. Kita saling melengkapi dan mengisi kekurangan diri, saling mengingatkan dan menginstropeksi kesalahan hati.

Semua kita lakukan bersama diiringi doa yang tak henti-hentinya terngiang dalam ucapan. Pagi ini, saya mendapat kejutan dari istri tercinta, kue ulang tahun dengan logo INTER yang selama ini saya idam-idamkan akhirnya terwujud. Semoga saya bisa menjadi imam yang baik untuk keluarga dan mencurahkan segala kasih sayang pada keluarga serta Insya Allah untuk calon anak kelak Amiin.

Suka Artikel ini? Silakan berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE